Dirimuyang pernah berjanji Sehidup dan semati Kuingin bersama Berbaring di dadamu Baca Juga: Hari Pertama Film Pengabdi Setan 2 Tayang Tembus 700 Ribu Lebih Penonton, Joko Anwar: Jalan Masih Panjang Lupakan khianat yang lalu Di kekelaman hati ini' Kan kutagih sumpah mati Yang kau bisikkan ke rambutku Melambai tanpa arti Kuingin bersama
Keheninganmalam Tak berbintang Setianya sukma Hanya sekejap Kasihan engkau Terlena dalam khayalan Yang pernah Ku cinta dengan Segalanya Ku memaksa diriku Cintamu Kasihku untukmu Untukmu Tak mungkin dapatku Pura-pura Teralun di hati Segala duka Perasaanku tak Ingin bermadah Menyalurkan kata Kata-kata bernada Nada penyesalan Penyesalan Bagiku hidupku Hidupku
Dalamkeheningan malam ku dendangkan lagu. Sebagai pelepas rindu padamu. Rasa tak kuasa berpisah denganmu. Menjelang malam pun tiba ku kenang dirimu. Sebelum terlena ku bisik namamu. Agar kau menjelma dalam mimpiku. Hati terasa merintih dalam kerinduan kerinduan kerinduan. Akan ku kenang selalu saat perpisahan. Dan masih aku rasakan kecupan bibirmu.
Bilamalam menjelma Memayungi semesta Rasa hati tercipta Menghadap yang maha Esa Bintang bergemerlapan Disinari cahaya rembulan Saat indah perhitungan
LirikLagu Di Keheningan Malam - Anna Mathovani Di keheningan malam ini Di kesunyian hati Di kerinduan ku begini Oh pujaan ku seorang Lama nian tiada berita Dari medan gerilya Di keheningan malam ini Hati runduk berdoa Ku mohonkan pada ilahi Kan selamat sejahtera Oh Tuhan yang kuasa Oh lindungilah dia Pahlawanku di rimba raya Kalimantan
LirikLagu Seberkas Sinar. kala ku seorang diri hanya berteman sepi dan angin malam ku coba merenungi tentang jalan hidupku. ku langkahkan kakiku dan menyimak sebuah arti kehidupan hati selalu bertanya, adakah kasih suci dalam cinta aaa adakah cintamu aaa aaa. seberkas cahaya terang menyinari hidupku sesejuk embun-embun di pagi hari dambaan insan di dunia ini
HEa1. Memutar balik arus kehidupanMenyapa sebuah kenangan dalam malam yang panjangTerdengar rintik hujan mengguyur jalananMemandang langit yang begitu muramTak ada satu pun bintang di atas sanaHampir sama dengan tidak adanya sebuah harapan untuk bersamaBahkan kilat pun tak berani menyambarSemakin sunyi, sepiSeolah tak ada kehidupanSemakin malam, semakin heningSemakin gelap, tiada jalan untuk pulangMelihatmu dari kejauhan dalam keheningan malamTerdengar gelak bahagia di sanaTerlihat jelas senyum yang merekah di raut wajahmuNamun aku masih tidak mengertiSiapa yang membuatmu kuat hingga detik iniMeski begitu aku tetap turut berbahagia Baca Juga [PUISI] Sesal di Hari Senja IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.